Senin, 12 Oktober 2015

#SIP - Arsitektur Komputer Dan Struktur Kognisi Manusia

            Pada saat ini banyak yang dikenal dengan istilah arsitektur kompur, apakah arsitek komputer itu ? dan apa tujuan mereka ?, jawabanya arsitektur komputer ialah sebuah ilmu untuk tujuan perancangan sistem komputer dan tujuan dari seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja yang tinggi dengan  biaya yang layak, memenuhi persyaratan-  persyaratan lainnya. ada 4 komponen yang ada dalam arsitektur komputer diantaranya adalah :
  • Input (Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan
  • Sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer dan hal itu biasa di sebut pemprosesan.
  • Sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
  • Output (Keluaran) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
             Lalu selanjutnya kita akan membahas mengenai kognisi manusia. apakah itu kognisi manusia ?, Stenberg (1999) menjelaskan bahwa psikologi manusia berkaitan dengan bagaimana orang mempersepsi, mempelajari, mengingat dan memikirkan informasi. Lalu apa saja komponen yang ada pada kognisi manusia ? , Aries (2012) menjelaskan terdapat beberapa komponen kognitif yang terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu berupa fakta, pengetahuan, dan keyakinan tentang objek.
               Jadi kesimpulan dari penjelasan di atas bahwa arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia hampir sama, keduanya memiliki struktur dan bagaimana cara mereka bekerja.





Sumber :

#SIP - Informasi Dan Sistem Informasi Psikologi

     Disaat perkembangan yang sudah mulai meningkat di bidang teknologi membuat setiap individu mendapatkan pengetahuan yang lebih. Pada saat ini sudah ada internet yang membuat segala informasi lebih cepat untuk didapatkan. Informasi di segala bidang dalam kehidupan dapat di temukan pada saat ini melalu internet, terutama pada bidang psikologi. Untuk kali ini penulis ingin membahas mengenai informasi dan sistem informasi psikologi.
       Hendi Haryadi (2009) menjelaskan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.Lalu ada juga pendapat dari Nuraida (2008) informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu kesimpulan yang mempunyai makna lebih jika dibandingkan dengan data semula.Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi sebuah hasil dari pengolahan dan menghasilkan sebuah kesimpuilan yang diterima pada setiap individu.
         Ada beberapa jenis dari komponen informasi diantaranya sebagai berikut:
  • Informasi berdasarkan fungsi & kegunaan, ialah informasi yang berdasarkan materi dan kegunaannya.
  • Informasi berdasarkan format penyajian, merupakan informasi yang berdasarkan bentuk penyajian. Informasi jenis ini, antara lain berupa tulisan teks, gambar karikatur, foto, ataupun lukisan abstrak.
  • Informasi berdasarkan lokasi kejadian, merupakan informasi yang berdasarkan lokasi kejadian yang sedang berlangsung, baik informasi dari dalam negeri maupun informasi dari luar negeri
  • Informasi berdasarkan bidang kehidupan merupakan informasi yang berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, contohnya pendidikan, gaya hidup, olahraga dll.
        Ada juga fungsi dari informasi sebagai berikut :
  • Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna
  • Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan
  • Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi 
         Disini penulis ingin mencoba memaparkan apa arti sistem informasi dari pakar sistem informasi yaitu John F. Nash yang menjelaskan sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat. Lalu ada lagi pendapat dari Mc Leod Sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi. 
       Penulis ingin memberikan penjelasan psikologi menurut Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008),  psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi. Sedangkan jika ditintau dari segi ilmu bahasa, psikologi berasal dari kata psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa. 
         Beberapa komponen yang ada pada sistem informasi di antaranya :
  • Perangkat keras (hardware)
  • Perangkat lunak (software) atau program
  • Prosedur
  • Orang
  • Basis data (database)
  • Jaringan komputer dan komunikasi data

         Dibawah ini adalah fungsi dari sistem informasi :
  • Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  • Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  • Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
  • Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
         Kesimpulan dari sistem informasi psikologi di atas adalah informasi yang diterima pada manusia yang berhubungan dengan hal-hal psikologi, yang mempengaruhi psikologis pada sesorang.
         
Sumber :


Jumat, 09 Oktober 2015

#SIP - Etika Menulis Tulisan Online


         Dalam artikel ini saya akan membahas beberapa etika yang harus di perhatikan dalam menulis online atau menulis pada halaman blog. Di Indonesia ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pers, dan KUHP yang bisa menjerat penulis yang dianggap melanggar hukum. Dalam KBBI arti dari etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
       Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S, etika sebagai ilmu sendiri sebenarnya menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu :
  • Etika Deskriptif
      Cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.
  • Etika Normatif
      Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar/tidak. Terbagi 2, yaitu Umum dan Khusus.
Umum: menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? Dll.
Khusus: upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia.

  • Metaetika
     Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya dengan 'baik' atau 'buruk'.

      Pada berita online yang di post oleh Pikiran Rakyat Online yang berjudul 12 butir etika menulis blog yang merupakan sebuah forum diskusi yang di selenggarakan di Gedung Telkom Datel Jakarta Selatan. Hasil dari diskusi yang telah disenggelarakan mendapatkan 12 tata cara atau etika dalam menuliskan artikel online atau menulis pada blog. Isi dari butir tersebut di antara lain :
  • Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
  • Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional. 
  • Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
  • Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
  • Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis. 
  • Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar. 
  • Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi. 
  • Tidak melakukan hack pada website atau blog lain. 
  • Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
  • Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
  • Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain. 
  • Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.
       Dalam beberapa etika dalam penulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap penulisan online harus mencantumkan sumber agar tidak menjadi plagiarisme si setiap tulisan yang kita post, dan juga harus sopan di setiap penulisannya tidak boleh mengandung SARA.
             

Sumber :

Selasa, 11 November 2014

Perencanaan,Pengorganisasian dan Penataan dalam manajemen

Nama : Ivan Aulia
Kelas  : 3 PA 07
NPM ; 13512865

Dalam tugas kali ini saya akan menganalisa artikel mengenai Perencanaan,Pengorganisasian dan Penataan dalam manajemen.



Analisa

Saya akan mencoba menyangkutkan ilmu mengenai Perencanaan,Pengorganisasian dan Penataan dalam manajemen.

Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen menjelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan.

Dalam artikel yang saya ambil, terlihat bapak Jokowi melakukan sebuah perencanaan yaitu ingin membuat suatu badan dimana bertujuan untuk menyaring potensi yang ada untuk dijadikan sebagai potensi besar bangsa Indonesia untuk dapat menjual industri kreatif ke luar dan dapat mengeksplor segala bakat yang ada di Indonesia. Jika semua perencanaan dapat berjalan dengan baik maka kita dapat menjadi seperti korea yang sekarang sedang gencar-gencar mempromosikan diri di mata dunia.

Penetapan dan pengorganisasian dalam manajemen adalah proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan agar perencanaan yang telah dibuat akan terealisasi dan terwujud.

Maka dari itu presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi ingin sekali segala perencanaan yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik dan benar, Jika penetapan dan pengorganisasian yang diterapkan dapat berjalan dengan baik, segala yang dijalankan akan berhasil dan juga dapat terealisasikan dan dapat diwujudkan, akan tetapi jika penetapan tersebut dan juga pengorganisasian yang diterapkan tidak berstruktur dan tidak kokoh dapat membuat semuanya tidak berjalan dengan sempurna.

Sumber :1. http://www.neraca.co.id/industri/47354/Presiden-Siapkan-Pengelola-Industri-Kreatif
               2. http://www.kajianpustaka.com/2012/10/pengertian-dan-fungsi-perencanaan.html

Selasa, 14 Oktober 2014

Tugas softskill mengenai kasus dalam memanage suatu perusahaan

Saya Ivan Aulia memiliki sebuah perusahaan yang berjalan di bidang jasa catering, pada perusahaan saya terdapat pegawai yang mendapat penilaian baik dan ada pun yang buruk. Di dalam menjalani usaha ini saya mencoba untuk menilai dan juga menelaah apa yang salah dengan perusahaan yang saya bangun, sehingga terdapat ketimpangan dalam perusahaan ini.
            Saya sebagai pemilik perusahaan ini mencoba memikirkan apa yang salah dengan peraturan pekerjaan yang diterapkan pada perusahaan saya ini, dan saya menemukan beberapa kendala dalam ketimpangan ini. Yang pertama saya menemukan beberapa pegawai yang lebih senior lebih bermalas-malasan ketika bekerja sehingga para konsumen yang memakai jasa kami, sering memberikan complain karena ada beberapa yang bermalas-malasan pada saat bekerja. Yang kedua saya menemukan beberapa pegawai yang telat dalam masuk kantor dikarenakan sanksi yang di terapkan pada perusahaan tidak begitu dapat mereka berfikir bahwa telat dapat merugikan mereka. Dan yang terakhir terdapat beberapa dari para pegawai banyak yang tidak bertanggung jawab atas peralatan yang dipakai dalam catering ini, banyak sekali peralatan yg rusak dan juga hilang. Dari 3 kendala ini bagaimana saya harus menanganinya ? berikut beberapa cara yang saya lakukan.
            Pada kasus ini saya menerapkan beberapa peraturan yang terbaik untuk perusahaan saya. Pada kasus yang pertama yaitu para senior lebih bermalas malasan ketika bekerja. Disini saya melihat mereka seperti merasa lebih senior dan menyebabkan mereka berperilaku seperti itu. Saya menerapkan peraturan jika ada karyawan senior bertindak seperti itu saya meminta kepada karyawan lainnya untuk memberitahukan ke saya dan saya akan memberi masukan untuk mereka, saya memberitahukan kepada mereka bahwa karyawan senior terbaik akan mendapatkan tempat yang terbaik setiap tahunnya dan juga menerapkan siapa karyawan senior masih bersikap malas-malasan saya akan menurunkan jabatan mereka dan ditukar dengan karyawan yg lebih muda dan berpotensi.
            Kasus yang kedua adalah dalam kasus karyawan yang selalu telat, saya mencoba memberikan beberapa sanksi kepada karyawan yang masih sering telat. Saya akan memberikan poin jika karyawan masuk tepat waktu dan yang telat akan mendapatkan pengurangan poin. Poin-poin tersebut dapat membantu mereka dalam menaikan jabatan mereka suatu saat nanti.

            Pada kasus yang terakhir ini, banyak sekali karyawan yang merusak dan mghilangkan peralatan kantor. Disini saya mencoba mencari tau apa sebenernya mereka yang merusak dan menghilangkan atau mereka tidak sengaja melakukan itu. Saya akan membagi setiap karyawan itu masing masing ketua lapangan untuk mengawasi setiap pekerjaan para karyawan. Ketua lapangan tersebut akan saya berikan perintah jika ada karyawan yang kurang bertanggung jawab potong poin dia agar dia dapat bekerja lebih giat lagi dan untuk karyawan yang dapat bertanggung jawab akan mendapatkan reward dari perusahaan dan akan mendapatkan hadiah dari perusahaan.

Kamis, 17 Juli 2014

Tugas Soft Skill Kesehatan Mental



TINGKAT KRIMINALITAS DALAM ANGKUTAN UMUM
Dosen Pengampu: IbuPuti Anggraeni






                                                           Disusun oleh

                        

IVAN AULIA
(13512865)
2 PA 07




JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK/2014




LATAR BELAKANG
            Seragam merupakan pakaian yang biasanya dipakai dalam keseharian sebagai sebuah ciri khas sekelompok orang yang berada pada suatu organisasi, atau instansi tertentu. Pandangan sebuah seragam di Indonesia ataupun di negara mana pun itu masih sangat penting dalam menentukan sifat dan sikap seseorang yang menggunakan seragam.
            Tetapi pada suatu ketika banyak anggota dari suatu kelompok atau pekerja yang tidak patuh untuk mengenakan seragam yang telah ditentukan. Banyak sekali dalam pekerjaan tertentu yang didalamanya harus menggunakan seragam, akan tetapi ada saja yang melanggar aturan tersebut, sebagai contohnya adalah pada supir angkutan umum.
            Banyak persepsi atau pandangan orang yang menjadikan pandangan bahwa supir angkutan yang tidak memakai seragam itu adalah supir yang tidak baik atau juga tidak disiplin. Di indonesia masih banyak sekali supir angkutan umum yang melanggar aturan yang telah ditentukan contohnya ialah dengan tidak memakai seragam.
            Pandangan para masyarakat mengenai supir angkutan umum yang tidak berseragam terkadang mereka masih cuek dan tidak ingin tau dengan peraturan yang ada bahwa seorang supir angkutan umum haruslah berseragam, namun para masyarakat dan para pengguna angkutan umum hal itu masih di anggap hal yang tidak begitu penting, bagi mereka yang terpenting mereka sampai dengan tujuan dengan menaiki angkutan umum tersebut tanpa berfikir apakah yang akan terjadi jika mereka menaiki angkutan umum yg supirnya tidak berseragam.
            Pada umumnya kendaraan umum ada di setiap daerah di wilayah Indonesia, akan tetapi peraturan daerah mengenai supir angkutan umum harus berseragam belum terealisasikan di setiap daerah.
           
           



PEMBAHASAN
            Dalam serangkaian kasus-kasus yang berhubungan dengan angkutan umum di Indonesia terkadang  banyak kejadian yang menjadikan seorang supir angkutan umum ini menjadi seorang tersangka dalam setiap kasus yang ada. Contohnya seperti kasus pemerkosaan yang ada di angkutan umum pada malam hari.
            Banyak sekali kasus sebelum supir angkutan umum belum dilengkapi oleh seragam dan juga kartu tanda pengenal. Banyak kasus penculikan, penjambretan, dan kasus lainnya. Maka dari itu pemerintahan daerah pada setiap provinsi mencoba untuk membuat supir angkutan agar lebih taat dan juga membuat para pelanggan supir angkutan umum menjadi lebih tenang dengan supir angkutan umum yang berseragam, serta penertiban angkutan umum pada malam hari
Berdasarkan berita yang diambil dari kompas.com :
“Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan bahwa ada rencana untuk melakukan operasi penertiban angkutan umum pada malam hari. Sehingga untuk jadwal pasti pelaksanaan operasi tersebut, pihaknya juga belum dapat memberitahukannya. "Ada rencana untuk ke sana. Yang pasti segera. Karena kami juga mengakomodir saran dan permintaan warga yang sering naik angkutan umum," jelas Pristono.
Memang sejak diberlakukan penertiban angkutan umum dari bulan November tahun lalu, perlahan para pemilik angkutan umum mulai melengkapi sopir-sopirnya dengan seragam, Kartu Pengenal Anggota (KPA) dan Kartu Pengenal Pengemudi (KPP). Kendati demikian, masih saja ada angkutan umum yang bandel sehingga terpaksa dibekukan izin operasinya.”
            Dalam kasus lain masih ada supir tembak yang tidak memiliki izin dan juga tidak memiliki seragam.dalam hal ini dinas perhubungan memberikan sanksi yang tegas.
Dikutip dari megapolitan.kompas.com : “Sejauh ini, sudah ada 15 angkutan umum yang dibekukan izin operasinya oleh Dishub DKI Jakarta. Jika kemudian angkutan tersebut melengkapi sopirnya dengan seragam, KPP dan KPA, maka izin operasinya dapat digunakan kembali. Tapi jika hingga batas yang ditentukan tidak kunjung dilengkapi maka imbasnya adalah pencabutan izin operasi.”



Dibawah ini adalah suatu gambar seorang supir angkutan umum yang taat aturan dan mana yang tidak mematuhi aturan sehingga seorang supir ditilang oleh seorang polisi.

 





Dalam gambar tersebut dapat di pahami bagaimana sebuah seragam begitu pentingnya untuk dapat menentukan sebuah pandangan orang dalam menentukan baik atau tidaknya orang tersebut.  
            Setelah adanya penghimbauan untuk supir angkutan umum harus berseragam, banyak sekali masyarakat dan pengguna angkutan umum yang sadar akan bahaya jika tidak menaiki angkutan umum yang supirnya tidak menggunakan seragam. Namun pada saat siang hari memang banyak supir angkutan umum yang terdeteksi menggunakan seragamdan membawa kartu tanda pengenal, akan tetapi pada malam hari masih banyak yang tidak menggunakan seragam. Hal itu dapat membuat para pengguna angkuta umum pada malam hari akan merasa cemas, akan tetapi dinas perhubungan akan menanggulangi masalah tersebut sehingga membuat tenang para pengguna angkutan umum.



LANDASAN TEORI
            Teori Social-Learning, banyak para ahli seperti Rotter, Dollard, Miller,dan Bandura (Heru.Basuki,2008) yang berpendapat bahwa perilaku merupakan hasil interaksi yang terus menerus antara variabel-variabel pribadi dengan lingkungan. Lingkungan sangat penting dalam membentuk suatu pola-pola perilaku melalui proses belajar-mengajar. Sebaliknya juga veriabel-variabel pribadi mempengaruhi pola-pola dalam lingkungan. Dengan demikiaan, individu dan situasi saling mempengaruhi. Orang-orang yang ada disekitar para individu membentuk perilakunya dengan ganjaran dan hukuman.
            Dalam kasus mengenai para supir angkutan umum ini dapat dikatakan bahwa teori ini sangat masuk dalam kasus yang terjadi pada supir-supir angkutan umum yang tidak mematuhi peraturan yang telah ditentukan oleh Dishub DKI Jakarta. Para supir angkutan umum yang beroperasi pada mulanya tidak mematuhi peraturan yang telah di tentukan, akan tetapi mereka pun mengerti dengan peraturan-peraturan tersebut.
            Mereka seperti diajarkan bagaimana sistem teori, Mereka diajarkan bagaimana sistem ganjaran dan hukuman untuk membentuk pola perilaku mereka. Jika mereka tidak mengikuti peraturan yang telah ditentukan maka sanksinya berupa pembekuan izin operasi hingga pencabutan mengoperasikan angkutan umum. Sanksi yang telah diberikan dapat menimbulkan efek jera bagi sang supir.
        Teori lainnya yaitu, teori pendorong ini dikemukakan oleh Bapak Munandar (Heru.Basuki,2008) . Beliau mengemukakan bahwa factor pendorong internal yaitu diri sendiri dan eksternal, yaitu lingkungan sosial dan psikologis. Factor internal termasuk motivasiintrinsic( pendorong internal ) dan juga lingkungan sosial yang kondusial yang kondusif (pendorong eksternal )
            Pada kasus mengenai supir angkutan umum yang harus menggunakan seragam untuk menaati peraturan yang ditentukan Dishub DKI Jakarta ini, dapat dimasukan teori pendorong ini menjelaskan bahwa bagaimana para supir angkutan umum ini mencoba agar mengikuti peeraturan yang ada. mereka pastinya mengikuti peraturan karena berdasarkan fakor dalam diri sendiri dan berdasarkan dari lingkungan. Dari dalam diri sendiri mereka mencoba untuk menaati karena jika tidak mengikuti peraturan yg ada mereka akan kehilangan mata pencaharian, dan faktor lingkungan mendorong dengan cara para supir ini akan merasa bahwa betapa pentingnya pekerjaan ini untuk menghidupi keluarga mereka. 


KESIMPULAN
            Penggunaan seragam dalam suatu pekerjaan dapat mengubah pandangan pada masyarakat bahwa orang tersebut melambangkan kedisiplinan. Banyak sekali orang yang menggampangkan suatu hal yang di nilai itu mudah akan tetapi itu adalah hal yang fatal. Contohnya banyak masyarakat yang menganggap bahwa supir angkutan umum yang tidak menggunakan seragam sama saja dengan supir angkutan umum yang tidak berseragam, padahal sesungguhnya apa yang mereka pikirkan adalah hal yang dapat membuat mereka masuk kedalam hal yang dapat mengancam mereka.


 DAFTAR PUSTAKA
 

Basuki, Heru A.M. (2008) Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma